Oleh: and1wijaya | Desember 1, 2009

Kisah Dua Pemuda Perang Badar

foto: makam syuhada perang Badar

Tahukah anda, terdapat sebuah kisah menarik mengenai dua pemuda remaja Ansar yang mengikuti peperangan Badar?. Mereka adalah Muaz bin Afra’ dan Auf bin Afra’. Peperangan Badar diawali adu laga satu lawan satu di antara pembela Islam dan non Islam dari suku Quraisy Mekkah. Sementara Utbah bin Rabi’ah (panglima dan pembesar non islam) menantang untuk adu kelahi, mereka berdua turut keluar bersama Abdullah bin Rawahah.
Ketika dalam peperangan Badar itu, Abdul Rahman bin Auf berada bersama dua pemuda tanggung Ansar tersebut.
Di dalam hatinya (Abdul Rahman), dia mengharapkan orang yang berada di kiri dan kanannya adalah orang yang lebih dewasa dan lebih berpengalaman dalam peperangan.
Namun, sebuah peristiwa telah twerjadi justru mengubah pikirannya.
Salah seorang dari pemuda Ansar tersebut datang membisikkan sesuatu pada Abdul Rahman supaya tidak didengar pemuda yang kedua.
Katanya “Wahai bapak, apakah kenal Abu Jahal? Aku dengar dia adalah orang yang paling banyak menyakiti Rasulullah SAW. Tunjukkan dia padaku. Aku ingin membunuhnya.”
Begitulah kemarahan pemuda tersebut kepada orang yang telah banyak menyakiti Rasulullah yang dikasihinya.
Abdul Rahman bin Auf terkejut dengan pertanyaan tersebut dan dia berjanji untuk menunjukkan Abu Jahal kepadanya.
Setelah itu, pemuda kedua juga menanyakan masalah yang sama pada Abdul Rahman bin Auf. Pada saat itu, Abdul Rahman bin Auf merasa lebih tenang berada di tengah-tengah pemuda tersebut.
Sementara Abu Jahal dikawal ketat oleh orang-orangnya. Abdul Rahman merealisir janjinya dengan menunjukkan kepada dua remaja tersebut yang mana Abu Jahal.
Belum sempat Abdul Rahman menghabiskan bicaranya, kedua remaja itu melompat menuju ke posisi Abu Jahal.
Mereka mendombrak barisan tentera non Islam suku Quraisy sambil menebas kiri dan kanan dengan pedang mereka. Akhirnya, mereka berhasil sampai ke hadapan Abu Jahal dan memukul Abu Jahal dengan pedang mereka sehingga Abu Jahal jatuh.
Semua orang tidak menyangka tindakan kedua remaja tersebut. Abu Jahal telah cedera parah namun masih bernyawa.
Auf bin Afra’, yaitu salah seorang pemuda tersebut berada di tengah tentera non Islam dan mati syahid dibunuh oleh Ikrimah yaitu anak Abu Jahal yang berada dekat dengan ayahnya.
Sementara, Muaz bin Afra’ sempat mundur tetapi malang, tangannya terpotong dan masih tergantung di badan. Dia membalut tangannya itu dan terus berperang. Namun, tangannya itu menganggu pergerakannya.
Lantas, dia memijak tangannya itu dengan kaki dan memutuskannya agar lebih mudah bergerak. Dia terus berperang dan akhirnya syahid dalam peperangan Badar.
Begitutlah hebatnya iman dua pemuda remaja tersebut. Walaupun masih belasan tahun, namun telah memainkan peranan begitu penting di dalam peperangan menegakkan Islam.
Berapakah umur anda sekarang? Apakah sumbangan anda pada Islam?
Jika pemuda Ansar tersebut begitu sibuk menyebarkan Islam, apa yang bisa dilakukan oleh pemuda remaja zaman sekarang?
Masih lagikah ingin berfoya-foya dan bersenang-senang?
Pikir-Pikirkanlah buat renungan diri.


Responses

  1. baru tau ada kisah seperti ini. nice post


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: